Minggu, 01 November 2009

EKSTRAK KAYU MANIS LAMPUNG SEBAGAI PEMBASMI JENTIK NYAMUK

EKSTRAK KAYU MANIS LAMPUNG SEBAGAI PEMBASMI JENTIK NYAMUK

(Ditulis untuk Mengikuti Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) Tingkat Nasional 2009)

Oleh:

Ikrar Nusantara Putra

NIS. 20259

Muhammad Hasan Menako

NIS. 20264

SMA NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG

DINAS PENDIDIKAN KOTA BANDAR LAMPUNG

2009


ABSTRAK

Ekstrak Kayu Manis Lampung Sebagai Pembasmi Jentik Nyamuk

Oleh:

Ikrar Nusantara Putra

Muhammad Hasan Menako

Kata Kunci: Demam Berdarah, Ekstrak Kayu Manis

Banyaknya kematian manusia yang disebabkan oleh gigitan nyamuk bukan menjadi suatu hal yang biasa di lingkungan sekitar kita. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Provinsi Lampung, kota Bandar lampung dalam kurun waktu 2 bulan telah terjadi 80 kasus Demam Berdarah Dengue, ini disebabkan pola hidup masyarakat perkotaan yang kurang bersih serta musim penghujan yang tidak menentu sehingga menyebabkan drainage menjadi tersumbat oleh sampah dan dimana-mana terdapat genagan air. Sumbatan air dan genangan air tersebut menyebabkan tumbuh subur bibit dan jentik-jentik nyamuk. Di antara jenis-jenis nyamuk, ada jenis nyamuk yang dapat menyebarkan virus penyakit demam berdarah, yaitu Aedes Aegypti dan ada nyamuk anopheles, yang menularkan penyakit malaria.

Untuk menangani pertumbuhan jentik nyamuk agar tidak menjadi nyamuk dewasa yang berbahaya, penulis mencoba untuk membuat alternatif dalam memusnahkan jentik nyamuk tesebut dengan memanfaatkan ekstrak kayu manis. Seperti yang kita ketahui kayu manis ( Cinnamomum verum ) selain sebagai penambah cita rasa masakan dan pembuatan makanan, sejak dulu kayu manis dikenal punya berbagai khasiat, khasiat di bidang kesehatan maupun lainnya. Dengan adanya alaternatif pembasmi jentik nyamuk ini sangat diupayakan angka kematian manusia akibat gigitan nyamuk dapat berkurang.

Ekstrak kayu manis ini memiliki prospek yang sangat baik sebagai pembasmi jentik nyamuk, karena dengan harga yang sangat terjangkau dapat dibuat sendiri dan tentunya hanya bermodalkan bahan yang ada di sekitar kita. Untuk membuatnya hanya memerlukan 100 gr serbuk kayu manis dan dihasilkan 1 liter ekstrak kayu manis. Penggunaannya hanya dengan perbandingan 1ml ekstrak kayu manis berbanding 100ml air dapat membunuh jentik dalam waktu kurang dari 4 jam.

LEMBAR PENGESAHAN

Karya Tulis dengan Judul:

Ekstrak Kayu Manis Lampung Sebagai

Pembasmi Jentik Nyamuk

Adalah benar ditulis oleh :

Ikrar Nusantara Putra NIS. 20259

Muhammad Hasan Menako NIS. 20264

Asal Sekolah : SMA Negeri 2 Bandar Lampung

Guru Pembimbing : Ato Suharto, S.Pd dan Siti Nursiyah

Ditulis untuk mengikuti lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) 2009 tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh: Departemen Pedidikan Nasional.

Bandar Lampung, 27 Juni 2009

Pembina KIR Hormat Kami,

SMA Negeri 2 Bandarlampung, Ketua Kelompok

Ato Suharto, S.Pd Ikrar Nusantara Putra

NIP 132093939 NIS. 20259

Mengetahui:

Kepala SMA Negeri 2

Bandar Lampung,

Sudarto, S.E,. S.Pd

NIP 130673896

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas karunia-Nya, kami dapat menyusun karya tulis ini. Karya tulis ini disusun untuk mengikuti Lomba Penelitian Ilmiah Remaja 2009.

Atas tersusunnya karya tulis ini, kami menyampaikan rasa terima ksih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:

1. Bapak Sudarto, S.E., S.Pd., selaku kepala sekolah SMAN 2 Bandar Lampung yang telah memberikan dorongan moril dan materil dalam penyusunan karya tulis ini.

2. Bapak Ato Suharto, S.Pd., dan Ibu Siti Nursiyah, S.Pd., selku pembina KIR SMAN 2 Bandar Lampung yang telah bersusah payah dan dengan penuh kesabaran membimbing kami dalam ekstrakulikuler KIR sehingga kami mampu menyusun karya tulis ini.

3. Rekan-rekan sesama anggota KIR SMAN 2 Bandar Lampung, yang telah banyak memberikan bantuan dan kolaborasi dalam proses penyelesaian karya tulis ini, sehingga karya tulis ini tebentuk.

Semoga amal baiknya mendapat imbalan yang layak dari Allah SWT dan besar harapan kami semoga karya tulis ini dapat berguna bagi kita semua, terutama sekali bagi kami.

Kami menyadari karya tulis ini masih jauh dari sempurna, meskipun demikian kami merasa bersyukur karena dengan kemampuan yang terbatas kami akhirnya mampu menyelesaikan karya tulis ini. Selanjutnya kami berharap kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan pengetahuan kami.

Bandar Lampung, 27 Juni 2009

Tim Penulis


Halaman

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................... i

ABSTRAK....................................................................................................... ii

LEMBAR PENGESAHAN............................................................................ iii

KATA PENGANTAR..................................................................................... iv

DAFTAR ISI................................................................................................... v

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah.............................................................................. 2

1.3 Tujuan Penelitian................................................................................ 2

1.4 Manfaat Penelitian.............................................................................. 2

BAB II KAJIAN TEORI

2.1 Kayu Manis...................................................................................... 3

2.2 Jentik Nyamuk................................................................................. 3

BAB III METODELOGI PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian............................................................ 5

3.2 Metode Penelitian............................................................................. 5

3.3 Populasi dan Sample......................................................................... 5

3.4 Alat dan Bahan................................................................................. 6

3.5 Prosedur Kerja................................................................................ 6

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Air Laut dapat Dijadikan Campuran Pengairan dalam Budidaya Tomat Ramapai... 8

4.2 Campuran Pengairan antara Air Laut dan Air Tanah yang Paling Baik adalah 12% dengan 88% 8

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan...................................................................................... 10

5.2 Saran............................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada musim hujan, di daerah perkotaan banyak terjadi banjir dan genangan air di mana-mana. Ini dapat menyebabkan tumbuh subur bibit dan jentik-jentik nyamuk. Di antara jenis-jenis nyamuk, ada jenis nyamuk yang dapat menyebarkan virus penyakit demam berdarah, yaitu Aedes Aegypti dan ada nyamuk anopheles, yang menularkan penyakit malaria. Virus ini masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk yang berkembang biak terutama pada musim pancaroba.

Dalam kurun dua bulan, demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Lampung telah merenggut 10 jiwa dengan jumlah kasus mencapai 867. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Provinsi Lampung, pada Januari 2009 tercatat 631 warga Lampung menderita DBD dan 8 di antaranya meninggal dunia. Sedangkan pada Februari 2009, 236 orang terserang DBD dan hanya 2 orang yang meninggal yakni penderita dari Lampung Utara dan Metro. Bandar Lampung masih menjadi daerah endemi DBD dengan 80 kasus, Lampung Utara 13 kasus, Lampung Tengah 47 kasus, Lampung Selatan 29 Kasus, Lampung Barat 1 kasus, Tulangbawang 4 kasus, Tanggamus 41 kasus, Metro 2 kasus, Lampung Timur 4 kasus, Way Kanan 5 kasus, dan Pesawaran 10 kasus.

Untuk menghindarinya maka diperlukan berbagai cara untuk membasmi jentik nyamuk yang merupakan cikal bakal dari nyamuk tersebut, salah satunya dengan menggunakan ekstrak kayu manis. Kayu manis ( Cinnamomum verum ) ialah sejenis pohon penghasil rempah-rempah. Termasuk ke dalam jenis rempah-rempah yang amat beraroma, manis, dan pedas. Rempah-rempah ini selain harganya terjangkau juga banyak terdapat di kawasan nusantara.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latarbelakang diatas penulis mengambil beberapa rumusan masalah sebagai berikut :

dapatkah ekstrak kayu manis ini digunakan untuk pembasmi jentik nyamuk

berapakah waktu yang diperlukan ekstrak kayu manis untuk mematikan jentik nyamuk

1.3 Tujuan Penelitian

1 Membeitahukan pemanfaatan ekstrak kayu manis bagi kehidupan manusia.

2 Memberitahukan cara pembuatan ekstrak kayu manis.

3 Memberitahukan penggunaan ekstrak kayu manis sebagai pembasmi jentik nyamuk ( terutama nyamuk aedes aigepty dan anopheles ).

4 Memenangkan lomba penelitian dan pengembangan teknologi terapan di kota Bandar Lampung.

1.4 Manfaat Penelitian

  1. Pengetahuan tentang pengolahan kayu manis yang dapat bermanfaat sebagai pembasmi jentik nyamuk.
  2. Pengetahuan tentang pentingnya meminimalisir penyebaran penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk seperti nyamuk aedes aegypti melalui virus dengue yang dapat menyebabkan penyakit DBD dan nyamuk anopheles penyebab penyakit malaria.
  3. Informasi bagi pelajar, peneliti dan masyarakat umum akan bermanfaatnya ekstrak kayu manis sebagai pembasmi jentik nyamuk.

4. Menerapkan ekstrak kayu manis sebagai bahan pembasmi jentik nyamuk di lingkungan masyarakat.

BAB II

KAJIAN TEORI

2.1. Kayu Manis

Kayu manis (Cinnamomum burmani) adalah salah satu bumbu makanan tertua yang digunakan manusia. Bumbu ini digunakan di Mesir Kuno sekitar 5000 tahun yang lalu, dan merupakan rempah-rempah dalam bentuk kulit kayu yang biasa dimanfaatkan masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Kayu manis (Cinnamomum burmani) Selain sebagai penambah cita rasa masakan dan pembuatan makanan, sejak dulu kayu manis dikenal punya berbagai khasiat. Tidak heran jika kayu manis sudah menjadi bagian dari bahan baku dalam industri jamu dan kosmetika Indonesia. Sifat kimia dari kayu manis ialah hangat, pedas, wangi, dan sedikit manis, dengan kandungan kimia berupa minyak atsiri, safrole, sinamadehide, eugenol, tannin, dammar, kalsium oksanat, dan zat penyamak.

Kayu Manis memang memiliki efek farmakologis yang dibutuhkan dalam obat-obatan. Tumbuhan yang kulit batang, daun, dan akarnya bisa dimanfaatkan sebagai obat-obatan ini berkhasiat di antaranya sebagai obat asam urat, tekanan darah tinggi (hipertensi), peluruh keringat (diaphoretic), antirematik, meningkatkan napsu makan (istomachica), dan menghilangkan sakit (analgesik), radang lambung atau maag (gastritis), sakit kepala (vertigo), masuk angin, perut kembung, diare, muntah-muntah, hernia, susah buang air besar, sariwan, asma, sakit kuning, kelebihan berat badan (obesitas), sakit perut, influenza dan lain-lain.

2.2 Jentik Nyamuk

Jentik nyamuk berkembang dua sampai tiga hari, jentik nyamuk hidup di air tergenang di ban bekas, kaleng, vas bunga, tempayan, akuarium, bak mandi, dan berbagai wadah yang dapat menampung genangan air. Karena itu, genangan air harus dihilangkan. Bak mandi atau penampung air juga harus dibersihkan seminggu sekali.

Untuk menekan pertumbuhannya diperlukan kerja bhakti menguras, menutup, dan mengubur kaleng-kaleng bekas yang menjadi sarang nyamuk. Untuk menekan jumlah penderita DBD, tidak lain masih tetap mengandalkan sistem 3M, yaitu Menguras, Menimbun, dan Menutup. Program ini, merupakan cara jitu dalam memberantas penyebab demam berdarah. Selain mengkampanyekan program 3M.

Mengurangi populasi nyamuk dewasa dapat dengan semprotan (fogging) menggunakan malation yang dilarutkan dengan minyak tanah, dilakukan di rumah atau sekitar rumah penderita. Pengurangan populasi nyamuk tanpa membasmi jentik nyamuk tak banyak berarti karena dalam waktu tak lama jentik akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa dan siap menularkan penyakit lagi.

Macam macam penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk :

Demam Berdarah Dengue

Virus ini dibawa vektor nyamuk aedes aegypti. Penularan dari satu orang kepada orang lain terjadi melaui gigitan nyamuk vektor yang membawa virus tersebut.

Gejala klinis virus dengue pada manusia sangat bervariasi. Bisa hanya demam ringan yang tidak spesifik, demam dengue, demam berdarah dengue, hingga yang paling berat, yaitu dengue shock syndrome (DSS).

Perdarahan bisa terjadi pada kulit atau pada gusi dan cenderung terjadinya shock dengan masa inkubasi dengue antara 5 dan 8 hari. Bisa juga sampai 15 hari. Perdarahan biasanya muncul pada hari ke tiga hingga enam sejak demam terjadi. Pendarahan berupa bercak-bercak pada kulit lengan dan kaki akan menjalar ke seluruh tubuh. Perdarahan ini tidak hanya terjadi pada kulit, tapi dapat juga terjadi di organ dalam. Misalnya, pendarahan pada usus yang menyebabkan feses atau kotoran dapat berwarna hitam karena perdarahan dalam. Hati atau lever umumnya sedikit membengkak sehingga penderita akan nyeri pada perut kanan atas.

Bila daya tahan tubuh penderita lemah dan keadaan tidak membaik, penyakit bisa menjadi lebih buruk. Ditandai dengan adanya shock disertai keringat dingin, biru pada ujung jari tangan dan kaki. Serta kesadaran akan turun. Shock biasanya terjadi pada saat penderita mengalami demam tinggi, atau saat turun panas di hari ketiga dan hari ketujuh. Secara laboratoris melalui uji darah penderita, jumlah trombosit kurang dari 100 ribu/ml, dan terjadi hemokonsentrasi, yaitu kenaikan Ht di atas 20%.

Pertolongan pertama kepada penderita DBD ditujukan untuk mengatasi perdarahan dan mencegah keadaan shock. Untuk itu, penderita harus banyak minum, bila perlu dilakukan pemberian cairan melalui infus.

Malaria

Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera, hewan melata, dan hewan pengerat, yang disebabkan infeksi protozoa dari genus Plasmodium. Malaria disebabkan parasit malaria/protozoa genus Plasmodium bentuk aseksual yang masuk tubuh manusia ditularkan nyamuk malaria (anopeles) betina. Gejalanya mudah dikenali, yaitu meriang (panas dingin menggigil) serta demam berkepanjangan.

Penyakit malaria memiliki empat jenis, masing-masing disebabkan spesies parasit yang berbeda. Gejala setiap jenis biasanya berupa meriang, panas dingin menggigil, dan keringat dingin. Dalam beberapa kasus yang tidak disertai pengobatan, gejala-gejala ini muncul kembali secara periodik.

Jenis malaria paling ringan adalah malaria tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium vivax. Gejala demam dapat terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi (dapat terjadi selama dua pekan setelah infeksi).

Selanjutnya, malaria aestivo-autumnal atau disebut juga malaria tropika, disebabkan Plasmodium falciparum merupakan penyebab sebagian besar kematian. Organisme bentuk ini sering menghalangi jalan darah ke otak, menyebabkan koma, mengigau, serta kematian.

Ketiga, malaria kuartana yang disebabkan Plasmodium malariae. Memiliki masa inkubasi lebih lama daripada penyakit malaria tertiana atau tropika. Gejala pertama biasanya tidak terjadi antara 18 dan 40 hari setelah infeksi terjadi. Gejala tersebut kemudian akan terulang setiap tiga hari.

Jenis keempat dan merupakan jenis malaria yang paling jarang ditemukan, disebabkan Plasmodium ovale yang mirip dengan malaria tertiana.

Kaki Gajah

Filariasis (penyakit kaki gajah) adalah penyakit menular yang disebabkan cacing yang ditularkan berbagai jenis nyamuk. Cacing jenis Wuchereria bancrofti yang paling sering ditemukan di negeri tropis seperti Indonesia. Kemudian ada jenis lain bernama Brugia malayi yang sering ditemukan di berbagai kawasan Asia Tenggara. Dan yang terakhir jenis Brugia timori yang banyak ditemukan di daerah Kepulauan Sunda Kecil di timur Bali.

Penyakit kaki gajah bersifat menahun (kronis). Apabila tidak mendapat pengobat sesegera mungkin, bisa menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja optimal bahkan hidupnya bergantung pada orang lain.

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif, yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III (L3). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial kecil (mikrofilaria) sewaktu mengisap darah penderita yang mengandung mikrofilaria atau binatang reservoir yang mengandung mikrofilaria.

Siklus penularan penyakit kaki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk (vektor) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoir.

Apabila pasien menderita filariasis akut akan terlihat gejala klinis berupa demam berulang-ulang selama 3--5 hari. Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat. Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) di daerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit.

Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan ke arah ujung (retrograde lymphangitis). Akibat seringnya menderita pembengkakan, kelenjar getah bening dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah. Terjadi pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema).

Sedangkan gejala klinis yang kronis berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).


BAB III

METODELOGI PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat

Waktu : Penelitian ini kami lakukan dari tanggal 2 juni sampai tanggal 16 juni 2009.

Tempat : Laboratorium Biologi SMA Negeri 2 Bandar Lampung dan di Rumah salah satu penulis

3.2 Metode Penelitian

Metode penelitian ini kami lakukan dengan cara uji laboratorium langsung dengan membuat ekstak dari bahan baku kayu manis, kemudian kami lakukan percobaan langsung terhadap jentik nyamuk dengan perbandingan yang berbeda beda.

3.3 Populasi dan Sample

Populasi

Seluruh jenis jentik nyamuk yang ada di Indonesia.

Sample

Dua jenis jentik nyamuk, yaitu anopheles dan jentik nyamuk aedes.

3.4 Alat dan Bahan

Bahan bahan yang digunakan adalah :

~ Kayu Manis

~ Jentik Nyamuk

~ Air

Sementara alat alat yang digunakan adalah :

~ Kompor

~ Gelas Ukur

~ Pengaduk

~ Elenmayer

~ Panci

~ Pipet

~ Gelas Air Mineral

3.5 Prosedur Kerja Paket Teknologi

1. Pembuatan Ekstrak Kayu Manis

a) Siapakan semua alat dan bahan.

b) Tumbuk 100 gr kayu manis sampai halus.

c) Rebus 1,5 liter air selama 5 menit, kemudian masukan serbuk kayu manis tersebut ke dalam rebusan air.

d) Tunggu selama 10 menit sampai air berwarna kecoklatan dan kental.

e) Saring rebusan kayu manis tersebut, sehingga terpisah antara ampas padat dengan cairan kayu manis.

f) Setelah disaring dinginkan sehingga menjadi ekstrak kayu manis.


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Kegunaan Ekstrak Kayu Manis dalam Membasmi Jentik Nyamuk.

Kegunaan dari ekstrak kayu manis ini adalah sebagai media pembunuh jentik nyamuk yang mudah didapat dan mudah dibuat oleh siapapun sehingga penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk dapat berkurang.

Penggunaan ekstrak kayu manis dapat diaplikasikan di berbagai tempat. Dapat diaplikasikan di siring-siring, bak mandi, atau tempat lain yang dapat menggenangkan air. Penggunaan ekstrak ini dapat dicampurkan langsung ke dalam genangan air dengan perbandingan yang dapat disesuaikan.

Berikut beberapa percobaan yang kami lakukan terhadap jentik nyamuk:

Jentik Nyamuk


1 : 100 2 : 100 3 : 100 4 : 100 5 : 100

Berikut Tabel Hasil Percobaan :

No

Perbandingan air : ekstrak

Hasil Pengamatan

Keterangan

1

1ml : 100ml

Jentik Nyamuk Mati

Dalam waktu 240 menit

2

2ml : 100 ml

Jentik Nyamuk Mati

Dalam waktu 210 menit

3

3ml : 100ml

Jentik Nyamuk Mati

Dalam waktu 192 menit

4

4ml : 100ml

Jentik Nyamuk Mati

Dalam waktu 150 menit

5

5ml : 100ml

Jentik Nyamuk Mati

Dalam waktu 125 menit

Ket : ml = mililiter

Pada percobaan 1 – 5 telah terbukti bahwa ekstrak kayu manis dapat digunakan sebagai media pembasmi jentik nyamuk, yang membedakan hanya pada waktu dimana jentik nyamuk mati. Semakin besar konsentrasi semakin cepat jentik nyamuk mati.

4.2 Kelompok Sasaran Pengguna

Pengaplikasian ekstrak kayu manis untuk membasmi jentik nyamuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama pada musim peghujan, selain itu, biaya yang murah, praktis, dan mudah dibuat menjadi salah satu keunggulannya. Adapun, sasaran pengguna dari paket teknologi ini adalah masyarakat yang berada di daerah pemukiman, perkotaan, sekolah-sekolah, serta daerah lingkungan masyarakat yang terdapat genangan-genangan air.

4.1 Dampak Bagi Masyarakat dari Berbagai Segi

Hal penting yang harus diperhatikan dalam pengembangan pembuatan ekstrak kayu manis ini adalah dampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat khususnya para pelajar di kota Bandar Lampung yang pada akhirnya akan mampu menunjang pembangunan Kota Bandar Lampung dengan dihasilkannya inovasi-inovasi baru dan menjadikan siswa-siswi menjadi sumber daya manusia yang cerdas dan kreatif. Dan juga masyarakat dapat memanfaatkan ekstrak kayu manis ini untuk memproduksinya dan menjualnya ke konsumen sehingga pendapatan masyarakat kota Bandar Lampung menjadi lebih meningkat.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ekstrak kayu manis dapat dijadikan sebagai alternatif pembasmi jentik nyamuk yang merupakan cikal bakal dari nyamuk dewasa yang dapat menyebabkan penyakit mematikan bagi manusia seperti Aedes Aegypt penyebab demam berdarah dan anopheles yang menularkan penyakit malaria. Selain itu cara pembuatan yang mudah dan tidak berbahaya jika terkonsumsi manusia sehingga setiap orang dapat membuatnya sendiri di rumah.

5.2 Saran

Penulis menyarankan agar ekstrak kayu manis ini dapat dikembangkan lagi serta dapat disosialisasikan kepada masyarakat luas agar dapat dimanfaatkan secara maksimal, khususnya sebagai bahan pembasmi jentik nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit mematikan.


DAFTAR PUSTAKA

http://www.ekologi.litbang.depkes.go.id/data/vol%205/Mardjan_1.pdf

http://id.wikipedia.org/wiki/Aedes_aegypti

http://www.dinkesjatim.go.id/images/datainfo/200501031458Selpandnyamuk.pdf

http://ojs.lib.unair.ac.id/index.php/MPPKes/article/view/3076

http://id.wikipedia.org/wiki/Kulit_manis

http://www.lautanindonesia.com/serbarasa/artikel/in-topic/khasiat-kayu-manis

LAMPIRAN

Alur Pembuatan Ekstrak Kayu Manis :


Dinginkan

Saring


Daftar Isian Peserta

Perorangan/kelompok : Kelompok

Nama Lengkap : Ikrar Nusantara Putra

Tempat dan tanggal lahir : Bandar Lampung, 17 Februari 1992

Jenis Kelamin : Laki-laki

Nama Sekolah : SMA Negeri 2 Bandar Lampung

Kelas : XI-IPA3

Tlp/HP : (0721) 486109

Alamat Lengkap Sekolah :

Jl Amir Hamzah

Kec. : Tanjung Karang Pusat

Kab/Kota : Bandar Lampung

Kode Pos : 35119

Prov. : Lampung

Telp. : (0721) 252106

Alamat Lengkap Rumah :

Jl. Abdi Negara

Kec. : Teluk Betung Utara

Kab/Kota : Bandar Lampung

Kode Pos : 35214

Prov. : Lampung

Telp. : (0721) 486109

Kegemaran (Hobi) : Bermain Tennis

Cita – cita : Observator Cagar Alam

Bidang Ilmu yang digemari : Biologi

Nama Orang tua : Ir. Bambang Mokogintho

Pekerjaan Orang tua : Wiraswasta

Pendidikan Orang tua : S1


Daftar Isian Peserta

Perorangan/kelompok : Kelompok

Nama Lengkap : Ryaniko Yusaputra

Tempat dan tanggal lahir : Bandar Lampung, 21 Mei 1992

Jenis Kelamin : Laki-laki

Nama Sekolah : SMA Negeri 2 Bandar Lampung

Kelas : XI-IPA5

Tlp/HP : (0721) 786589/081369330864

Alamat Lengkap Sekolah :

Jl Amir Hamzah

Kec. : Tanjung Karang Pusat

Kab/Kota : Bandar Lampung

Kode Pos : 35119

Prov. : Lampung

Telp. : (0721) 252106

Alamat Lengkap Rumah :

Jl. Asoka B 70 Bataranila

Kec. : Natar

Kab/Kota : Lampung Selatan

Kode Pos : 35000

Prov. : Lampung

Telp. : (0721) 786589

Kegemaran (Hobi) : Maen game

Cita – cita : Programer

Bidang Ilmu yang digemari : Teknologi Informasi

Nama Orang tua : Ir. Yuriansyah M.Si.

Pekerjaan Orang tua : Dosen

Pendidikan Orang tua : S2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar